Rapat Persiapan SES 7D20Y

Minggu, 17 Maret 2019, ORAR Lokal DEPOK melaksanakan Rapat Persiapan Special Event 7D20Y dalam rangka HUT Kota DEPOK Ke-20th.

Tampak pada foto suasana saat Rapat sedang berlangsung yang dihadiri oleh Pengurus dan Panitia serta anggota ORARI Lokal DEPOK.

Wali KotaDepok, Kenalkan Logo Hari Jadi Kota Depok Ke-20

Siarandepok.com- Wali Kota Depok Mohammad Idris mengenalkan logo Hari Jadi Kota Depok ke-20, pada acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangungan (Musrenbang) Kota Depok yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Rabu (13/03/2018). Dirinya menjelaskan filosofi yang terkandung dan ornament dasar pada logo Hari Jadi Kota Depok.

“Pada kesempatan ini, saya ingin mengenalkan logo Hari Jadi Kota Depok yang terbentuk dari 4 part (bagian) yang merupakan representative dari 4 komponen yaitu akademisi, pengusaha, masyarakat dan pemerintah,” kata Wali Kota. Ke-empat bagian tersebut secara dinamis dan harmonis bersatu membentuk angka 20. Hal tersebut mengandung makna bahwa 4 komponen (akademisi, pengusaha, masyarakat dan pemerintah) secara bersama-sama saling membantu dan bersinergi membangun Kota Depok.

Adapun bulatan angka “0” yang menyerupai alat musik “gong” melambangkan kesenian gamelan khas Kota Depok “Gong Sibolong”. Dalam bulatan terdapat siluet penari Topeng Cisalak (kanan) yang merupakan salah satu tarian khas Kota Depok dan pendekar pencak silat Depok di sebelah kiri. Sedangkan pada bagian atas terdapat logo “Depok Friendly City” yang merupakan brand image dari Kota Depok.

Logo Hari Jadi Kota Depok terdiri dari 3 komponen warna utama yang menunjukkan 3 Program Unggulan Pemerintah Kota Depok yakni Zero Waste City, Smart Healhty City dan Family Friendly City. “Warna Kuning Emas melambangkan kemuliaan, biru melambangkan keluasan wawasan dan kejernihan pikiran, serta merah melambangkan keberanian,” ungkapnya.

Sementara itu, kalimat “Rame-Rame Berbudaya” yang berada di bawah logo menunjukkan tema Hari Jadi Kota Depok yang ke-20 yang artinya bersama-sama berbudaya. Dan untuk tulisan “1999-2019” yang berada di antara angka 2 dan 0 menunjukkan rentang waktu usia Kota Depok.

source/foto: http://www.siarandepok.com/

K42 CW Keyers & CW Keyboard by K1EL

K42 adalah design terbaru untuk CW keyboard reader hasil rancangan dari K1EL. K42 bisa di katakan seperti pisau Swiss Army yang memiliki banyak kegunaan yang semua disajikan dalam satu kotak kompak.Menurut perancang nya bahwa K42 dapat di gunakan untuk mode QRSS, HSCW, dan konvensional CWhingga 140 WPM. 
CW reader ini di hubungkan ke speaker output dari radio, setelah melalui filter (bandpass) yang cukup selektif dan presisi lalu  didemodulasi yang kemudian ditampilkan pada layar LCD.  Pada alat ini terdapat 6 buah lampu LED yg berwarna hijau, fungsinya adalah. Bila sinyal tone CW nya match dengan filter nya, yaitu bekerja di sekitar frekuensi 700Hz, maka lampu LED tersebut akan menyala hingga di LED yg paling kanan. Itu menandakan bahwa sinyal CW yang diterima dapat di decode dengan baik. Dalam satu alat ini mempunyai tiga fungsi, yaitu:

  • Pertama sebagai CW keyer (mengirim kode morse dg iambic paddle).
  • Kedua bisa mengirim CW dengan menggunakan keyboard
  • Ketiga bisa menerima atau menerjemahkan kode morse yg diterima menjadi teks.

Gambar blok diagram dibawah ini adalah menggambarkan fungsi serta koneksi dari radio, Iambic paddle, keybord ke\dari K42.

Unit rangkaian nya menggunakan 2 buah PIC  prosesor. Yang kedua nya berfungsi saling menunjang dengan menggunakan komunikasi serial diantara keduanya. Kit ini tanpa sengaja saya dapatkan dari internet setelah iseng-iseng browsing ternyata ada yg menawarkan Kit ini. Akhirnya saya memesan Kit nya melalui website (http://www.k1el.com) yg terdapat beberapa pilihan Kit. Pembayaran nya pun mudah yaitu dengan Paypal, selian aman juga mudah untuk  bertransaksinya.Kit diterima 10 hari kerja dari konfirmasi yang kita dapat dari Paypal. Melalui Pos Indonesia akhirnya paket di terima. Waktu itu saya harus membayar biaya custom Rp3000 ke pak pos nya yang memang ketentuannya demikian.

Setelah di check ternyata Kit nya sangat-sangat rapih dan mudah kita check untuk Bill of Material nya. Satu persatau bisa kita check sesuai dengan daftar nya.

Proses berikutnya adalah mengecek PCB nya, terutama pada bagian trough hole dan jalur-jalurnya.

Di dalam manual yg disertakan dalam miniCD juga bisa anda download dari Website nya, dengan mudah kita memasang komponen dan menyoldernya satu persatu. Bagi yang sudah biasa menyolder, saya rasa bukan suatu hal yang sulit. Selain mudah juga memang step-by-step nya di jelas kan sangat details. Perblok demi perblok kita pasang komponen dan kita test kerja setiap blok nya=, hinga semua komponen terpasang semua.

Setelah di pasang semua komponen nya ternyata, alat ini tidak berfungsi dengan baik…hemmm..kenapa ya, alat ini tidak bisa mendecode sinyal CW dengan baik walaupun sudah di coba dengan beberapa mode dan mengikuti pentunjuk dari manual nya. Akhirnya saya coba hubungi CS nya yang ternyata perancangnya sendiri. Akhirnya dari beberapa email yang saya jelaskan, disimpulkan bahwa salah satu chip tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akhirnya di kirim juga chip pengganti….dan taraaaa…!! akhirnya jalan juga neh alat.
Kinerja nya alat ini cukup lumayan loh , asal tepat settingan filternya semua sinyal CW dapat di decode dengan baik…Nah bisal anda penasaran dan penggemar CW alat ini bisa membantu….

source: http://one-cwk.blogspot.com/search/label/Morse